Terkini

Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor Perlu Dilindungi

Posted by Redaksi Tourism Monitor on 27 May 2011 | 0 komentar


BIAK, ITM- Pemerintah diminta untuk melindungi peninggalan atau asset-aset sisa Perang Dunia II yang ada di Papua, khususnya di Kabupaten Biak Numfor, untuk mencegah kehancuran atau kehilangan.

Harapan itu disampaikan Wakil Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Biak Rudolf Ronsumbre di Biak, pekan ini. “Kami khawatir asset sejarah sisa Perang Dunia II yang ada menjadi besi tua untuk dijual, padahal semua itu asset sejarah penting dan sangat potensial untuk pengembangan wisata,” katanya.

Menurutnya, selain asset sejarah itu, Biak Numfor juga memiliki potensi keindahan alam laut yang juga perlu mendapat perhatian. Seperti di gugusan Pulau Padaido dan Aimando yang dinilai sangat bagus, namun kenyataannya kunjungan wisatawan lebih banyak ke Raja Ampat, Papua Barat.

Dia mengusulkan pembuatan museum, termasuk mengumpulkan kerangka eks tentara Jepang di kawasan tertentu. Kelak wisatawan Jepang akan berdatangan ke Biak untuk melihat objek wisata sejarah serta beribadah mengenang arwah leluhurnya.

Ia mengatakan dirinya sebagai pemandu wisata menyarankan Pemkab Biak Numfor belajar ke Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, dalam mengelola objek wisata alam laut yang kini telah mendunia. (itm-73)

0 komentar for "Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor Perlu Dilindungi"

Leave a Reply

Tuliskan komentar Anda, disarankan sesuai dengan topik pemberitaan.

Newer Post Older Post