BP3 Tidak Punya Anggaran Lestarikan Cagar Budaya

Thursday, April 28, 2011 by
GORONTALO, ITM- Upaya besar untuk melestarikan cagar budaya mengalami benturan besar akibat tidak adanya anggaran. Hal itu antara lain dialami Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Provinsi Gorontalo.

Kepala BP3 Gorontalo I Wayan Budiarsa mengakui tidak adanya anggaran itu dalam dialog mengenai nilai-nilai sejarah dan budaya Gorontalo, di Aula Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (27/4).

Di Gorontalo, terdapat sejumlah cagar budaya, yang paling dikenal sebagai obyek wisata sejarah adalah Benteng Otanaha , peninggalan kerajaan Gorontalo dan Portugis di Kelurahan Dembe Kota Gorontalo, dan benteng Oranye di kabupaten Gorontalo utara.

Namun menurutnya, akibat tiadanya dana operasional, kondisi kedua peninggalan sejarah itu memprihatinkan, kurang terawat atau malah ditambah dengan infrastruktur yang menyalahi aturan.

Dia menjelaskan, BP3 di Gorontalo baru didirikan pada 2009 lalu, dan belum memiliki dana operasional, untuk menjaga kelestarian cagar budaya, seperti memugar dan memelihara mengamankannya. Cagar budaya tersebut, antara lain berupa benda alam atau buatan manusia, yang memiliki nilai budaya dan sejarah, yang penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan berbagai bidang.

Secara umum, jelasnya, sebuah benda dapat dikategorikan sebagai cagar budaya, apabila berusia 50 tahun atau lebih , serta memiliki masa gaya paling singkat 50 tahun. Selain itu, cagar budaya juga memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa. (itm-44)

0 komentar :

Post a Comment

Tuliskan komentar Anda, disarankan sesuai dengan topik pemberitaan.